Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Family. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 November 2010

Delapan-stimulasi-umum-yang-berguna-bagi-tumbuh-kembang-bayi


Sumber: http://informasitips.com/delapan-stimulasi-umum-yang-berguna-bagi-tumbuh-kembang-bayi#ixzz14EgsYwa4

informasitips.com – Kecerdasan seorang anak ditentukan oleh 3 faktor utama, yaitu faktor genetik, nutrisi dan stimulasi. Faktor genetic tentu tidak dapat diubah, karena diturunkan dari orang tua kepada sang anak. Orang tua yang cerdas kemungkinan besar akan menurunkan gen kecerdasannya tersebut ke sang anak. Namun, apabila Anda tidak memiliki garis keturunan yang cerdas dan pandai, jangan khawatir dan berkecil hati karena Anda masih bisa mengoptimalkan tumbuh kembang bayi dan anak Anda melalui pemberian nutrisi yang bergizi baik dan seimbang serta melalui stimulasi positif secara kontinu dan berkualitas.
Dalam artikel ini, saya khusus ingin berbagi dengan Anda tentang stimulasi umum yang dapat Anda berikan kepada bayi Anda untuk mengasah dan mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

Berikut adalah stimulasi (rangsangan) umum yang dapat Anda berikan kepada bayi Anda:
We all love you, Efan
 1. Limpahkan banyak cinta dan kasih sayang untuk bayi dan anak Anda.
Jangan malu untuk menunjukkan kasih sayang dan rasa cinta yang Anda miliki. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah cinta adalah kebutuhan utama yang nyata bagi bayi Anda. Dalam merawat dan memberikan segala kebutuhan bayi Anda sehari-hari usahakan untuk selalu disertai dengan rasa cinta dan kehangatan yang tulus untuk sang buah hati. Bentuk kasih sayang ini akan membuat bayi Anda merasa sangat dihargai dan hal ini mampu menumbuhkan rasa optimisme yang kuat dalam dirinya. Selain itu, limpahan kasih sayang dan cinta yang Anda berikan juga dapat meningkatkan perkembangan otak bayi Anda.

2. Berbicaralah kepada bayi Anda dengan lemah lembut.
Berbicaralah kepada bayi Anda dengan suara yang lemah lembut dan memakai berbagai kosa kata yang disertai juga dengan ekspresi. Suara Anda adalah suara favorit mereka, karena bayi Anda sudah mendengar dan akrab dengan suara Anda sejak mereka masih di dalam rahim Anda.

3. Berikan respon.
Berikan respon atau tanggapan atas apa yang dibutuhkan dan diinginkan bayi Anda tanpa keraguan. Hal semacam ini akan membuat mereka belajar bahwa mereka dapat membangun komunikasi dengan orang lain, sehingga mereka akan lebih percaya diri dan juga sisi emosional mereka akan lebih stabil.

4. Berikan sentuhan lembut Anda kepada bayi.
Sentuh bayi Anda mulai dari sekarang, karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa bayi yang sering mendapatkan sentuhan, belaian, pemijatan atau bentuk stimulasi taktil lainnya akan berkembang lebih cepat dan juga sedikit menangis.

5. Dorong bayi Anda untuk meniru.
Anda harus ingat bahwa bayi Anda akan terus menganalisa setiap gerak Anda, tindakan Anda, dan semua yang Anda lakukan. Mereka juga akan mengingat bagaimana cara Anda menghasilkan suara dan ekspresi. Dan amat luar biasa pada akhirnya mereka akan meniru hal-hal yang dipelajari tersebut.

6. Biarkan bayi Anda untuk bereksplorasi.
Biarkan dan berikan kesempatan kepada bayi Anda untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan lingkungan-lingkungan baru. Tetapi, tentu Anda harus memastikan dan memerhatikan segala aspek keamanannya. Misalnya, Anda dapat membawa bayi Anda untuk berjalan-jalan ke banyak tempat untuk memperkenalkannya pada kondisi dan situasi yang berbeda. Bayi Anda akan belajar banyak hal dari segala yang dilihatnya. Jika memungkinkan, biarkan bayi Anda untuk menemukan hal-hal baru sendiri. Ini pasti akan memberikan efek rangsangan yang positif kepada sang buah hati agar tumbuh kembangnya lebih baik dan optimal.

7. Bacakan buku secara rutin.
Aktivitas membacakan cerita amat penting dan besar manfaatnya untuk tumbuh kembang bayi. Usahakan untuk memilih buku cerita yang bergambar menarik dan banyak warnanya. Stimulasi bagian otaknya akan lebih optimal dan efektif dengan aktivitas ini. Daya imajinasi dan kosakatanya pun akan semakin berkembang. Meskipun, bayi belum sepenuhnya paham tentang cerita yang Anda bacakan, tetapi mereka akan belajar banyak hal dari aktivitas ini. .

8. Memutar musik untuk bayi Anda.
Musik dapat mengoptimalkan perkembangan sisi kanan dan sisi kiri otak bayi Anda. Hal ini diyakini membawa manfaat dan efek positif bagi perkembangan otak bayi. Dengan music, proses belajar bayi Anda pun akan lebih mudah.
Sekarang, tunggu apalagi? Berikan rangsangan yang terbaik untuk bayi tercinta Anda. Mudah-mudahan artikel ini akan berguna bagi Anda untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. (ST)




Kamis, 21 Oktober 2010

9 Kepribadian Balita

http://www.bayisehat.com/child-development-mainmenu-35/761-9-kepribadian-balita.html

MENGASUH si kecil tidak akan pernah ada bosannya karena bayi atau balita sering menunjukkan beragam sifatnya. Perasaannya gampang berubah-ubah mulai dari pemalu, serius, cerita atau ingin tahu. Apa saja kepribadian balita?
Meski masih kecil menurut konsultan anak Su Laurent dalam bukunya 'Your Baby Month by Month' yang diterbitkan Esensi seperti dikutip Jumat (24/9/2010), balita sudah memiliki kepribadian.
Ia menyarankan sebaiknya orangtua tidak memberikan julukan seperti anak cerewet atau mengkelkan karena perilaku anak bisa berubah-ubah. Julukan yang melekat bisa mempengaruhi cara anak melihat dirinya tumbuh.
Berikut 9 kepribadian balita yang bisa berubah-ubah dalam satu yang menunjukkan perubahan emosinya:

1. Pemalu
Balita sangat tergantung pada pengasuh utamanya sehingga sering timbul rasa khawatir terhadap orang asing. Jika kondisinya seperti ini sebaiknya jangan paksa anak berbicara dengan orang yang baru dikenalnya.

2. Penyayang
Balita sangat menyayangi orang yang mengasuhnya dan ia akan membalasnya dengan kasih sayang seperti memeluk atau mencium.

3. Pencari Perhatian
Balita selalu ingin diperhatikan. Ia suka jika diajak bermain, bercengkerama atau saling memeluk. Jika ia tidak mendapatkannya, ia akan berusaha sendiri untuk mendapatkannya.

4. Semangat Bermain
Balita sangat suka menjelajahi lingkungan sekitarnya dan ia akan melakukan apa saja agar bisa bermain dengan hal-hal baru yang didapatinya
.

5. Penentang
Balita seperti ini kadang menjengkelkan karena sukanya berteriak keras dan menjerit-jerit atau seperti dalam suasana 'perang'. Menghadapinya harus dengan tenang dengan cara mengalihkan perhatiannya dan jangan ikut-ikutan dalam suasana 'perang' itu.

6. Sibuk
Keingintahuannya yang tinggi membuat balita selalu sibuk mencari hal-hal baru yang ingin diketahuinya. Sebaiknya berikan benda yang aman untuk memenuhi rasa keingintahuannya yang tinggi.

7. Ribut
Berteriak, menyanyi, memukul atau melempar benda-benda menjadi cirinya. Orangtua sebenarnya bisa ikut bernyanyi bersama dengan cara memukul-mukul kaleng misalnya. Setelah capek balita biasanya akan berhenti.

8. Seperti bayi
Kadang-kadang ia menjadi sangat manja seperti bayi berumur beberapa bulan. Jika sudah tidak menggunakan botol susu, tiba-tiba dia akan minta minum dengan botol susu. Perilaku ini adalah normal asalkan tidak keterusan.

9. Reaksioner
Balita suka hal-hal yang rutin dan tidak berubah-ubah. Dia tiba-tiba jadi suka pakai kaos yang sama dari hari ke hari atau makan makanan yang itu-itu saja.

Menghadapi 5 Sifat Khas Balita

http://www.bayisehat.com/child-development-mainmenu-35/760-menghadapi-5-sifat-khas-balita.html

ADA alasan mengapa anak balita mulai menunjukkan sifat egois, agresif, bossy, tapi juga suka menyendiri, dan bahkan pemalu. Semuanya wajar asalkan tidak menetap dan sampai menghambat pengembangan dirinya.
Untuk itulah sifat-sifat khas tersebut tetap perlu diintervensi agar dapat menempati porsinya yang pas dan memberi kesempatan kepada sifat lain yang lebih baik untuk berkembang sebagai karakter anak. Nah, bagaimana mengintervensi ke-5 sifat tersebut?

1. EGOSENTRIS
Sifat yang umumnya muncul pada usia 15 bulanan (atau saat anak sudah sadar akan dirinya/self awareness) ini disebabkan oleh ketidakmampuan si kecil dalam melihat suatu hal dari sudut pandang orang lain. Jadi semua masalah akan diteropong dari kaca mata dirinya. Lantaran sifat ini juga, anak balita selalu “here and now.”
Bila ingin sesuatu harus didapat saat itu juga alias tidak mau menunggu. Misal, saat ia minta es krim pada malam hari ya dia enggak mau tahu harus mendapatkannya saat itu juga. Contoh lain, si kecil merebut mainan temannya. Meski temannya menangis, ia tidak peduli karena ia “berprinsip” “saya suka, saya mau, maka saya harus dapatkan”
Bila dilihat dari perkembangan kognitif, sifat egois akan menghilang saat usia anak 6 tahun. Karena semakin besar anak, lingkungan sosial akan menuntut anak untuk sadar akan lingkungan, selain sadar diri. Nah, pada saat usianya menginjak 3 tahun, sebenarnya anak sudah mulai sadar akan tuntutan sosial tersebut namun perlu stimulasi dari orangtua.
Egosentris yang dibiarkan terus---dalam arti anak selalu mendapatkan apa yang diinginkannya tanpa mempertimbangkan adanya aturan-aturan sosial---bisa menetap sampai si kecil beranjak dewasa dan anak akan dicap buruk oleh lingkungan.

Cara menyiasati
Memang masih agak sulit balita diberi pengertian. Meski ada beberapa anak yang sudah bisa. Namun bagaimanapun di usia balita ini orangtua sudah harus menerapkan aturan-aturan disertai pengertian kepada anak bahwa tidak semua keinginan anak harus terpenuhi. Pada contoh kasus es krim di atas, berilah anak pengertian. Misalnya, ”Hari sudah malam, Dek. Mataharinya juga sudah tidur dan tokonya tutup. Saat mataharinya bangun pagi nanti, baru kita bisa beli es krim.” Jadi, yang penting adalah aturan harus diberikan secara konsisten.

2. BOSSY ATAU SUKA PERINTAH
Bossy sebenarnya masih berhubungan dengan sifat egosentris. Sifat ini merupakan kelanjutan dari usia bayi di mana anak sebelumnya selalu diladeni. Saat memasuki usia balita dimana anak sudah tidak lagi bergantung sepenuhnya dengan orang dewasa---dalam arti ia sudah bisa jalan, bicara, dan melakukan apa pun yang diinginkannya---anak merasa memiliki otonomi. Sikap otonom ini sering dibarengi dengan sikap menyuruh orang lain demi mendapatkan apa yang diinginkan. Seperti, “Mbak, ambilin susu” atau “Bukain sepatu.” Kondisi ini bisa “diperparah” bila ada model orang dewasa di sekitar anak yang selalu bersikap bossy, atau memang anak tidak dibiasakan mandiri.
Yang jelas, sifat bossy tidak akan menghilang dengan sendirinya. Karena anak merasa keenakkan. Ngapain capek-capek melakukan sesuatu kalau hanya dengan menyuruh saja, ia mendapatkan apa yang diinginkan? Perilaku suka perintah di usia balita jadi bisa dianggap lucu. Tapi begitu anak sudah lebih besar lagi, percaya deh kalau sifat itu akan menjengkelkan banyak orang sehingga ia akan dijauhi teman-temannya.

Cara menyiasati
Ajarkan kemandirian (dari hal-hal sederhana) secara bertahap seperti cuci tangan sebelum makan, makan sendiri, buka sepatu dan lain sebagainya.
Jangan menampilkan sikap bossy pada siapa pun (termasuk pada PRT) karena si kecil akan mudah “terinsiprasi” untuk bertingkah laku yang sama.
Bila anak sudah kadung bossy dan terbiasa main suruh, coba bangun kemandiriannya dan dorong ia untuk mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Misal, “Dek coba yuk buka sepatunya sendiri. Mama temani.”

3. AGRESIF
Sifat ini sebetulnya sudah tampak sejak usia bayi (terutama pada bayi dengan temperamen sulit). Namun akan semakin kerap kemunculannya di usia balita. Si kecil merasa keinginannya tidak dipahami oleh orang dewasa (berkaitan dengan komunikasi anak balita yang masih terbatas). Agresivitas juga dapat muncul karena kebiasaan. Misal, anak belajar dari pengalamannya jika ia berteriakteriak atau melempar barang maka orang akan memenuhi apa pun yang ia inginkan. Atau kalau ia memukul temannya, maka si teman akan memberikan mainan yang diinginkan kepadanya.
Sifat agresif yang tidak diantisipasi bisa menjadi habituasi dan berlanjut hingga usia dewasa nanti. Di saat usia anak tentunya ia akan dijauhi teman-teman, dicap nakal, sehingga pada akhirnya anak sendiri akan menerima bahwa dirinya “trouble maker” hingga ia besar nanti.

Cara menyiasati
Saat anak tantrum, peluk atau pegang tangan/badannya. Biarkan ia marah. Setelah kemarahannya reda orangtua bisa tanyakan penyebabnya sesuai dugaan atau perkiraan orangtua. Misal, “Adik pasti sedang marah sekali ya karena ibu tidak beli es krim buat kamu sekarang? Ibu tahu, adik ingin es krim. Tapi hari sudah malam, mataharinya sudah tidur dan tokonya sudah tutup. Kalau mataharinya sudah bangun dan tokonya buka, kita nanti beli sama-sama, ya?” Dalam keadaan emosional, anak balita akan bingung mengatakan apa penyebab rasa kesalnya. Lebih baik, kita yang mendefinisikan perasaannya. Cara ini membuat anak merasa dipahami perasaannya.
Jangan menanggapi agresivitas anak dengan cara yang agresif pula. Contoh, saat ia memukul temannya, jangan kita malah mencubit anak untuk menghentikan aksinya itu. Benar sih anak tidak akan meneruskan pukulannya, namun anak justru memperoleh gambaran bahwa sikap kasar itu diperbolehkan.
Beri penjelasan. Memang bukan pekerjaan mudah menjelaskan pada anak balita. Karena hanya sekali diberi tahu tidak akan membuatnya patuh dan melupakan sifat agresifnya. Jangan putus asa, lama-kelamaan jika selalu dijelaskan, anak akan belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu tidak harus dengan sikap agresif.

4. PEMALU
Si kecil kerap bersembunyi di balik kaki ibu/bapak atau terusmenerus memegangi baju kita saat bertemu orang lain? Atau kala ditanya, anak memilih diam dan menundukkan kepala? Kalau memang ya, bisa jadi memang ia pemalu. Namun bisa juga karena ia takut pada orang asing atau tidak terbiasa bertemu dengan orang banyak.
Umumnya, sifat pemalu anak yang karena pembawaan pribadi (diturunkan dari orangtua yang juga pemalu dan tidak suka bersosialisasi) akan terbawa sampai dewasa. Meski tak ada dampak buruk pada anak, namun bisa membuat anak kehilangan peluang dalam dalam berbagai hal, dibandingkan dengan anak yang aktif dan berani. Sifat pemalu juga membuat anak sulit mengembangkan diri dan beradaptasi dengan lingkungan sosialnya.

Cara menyiasati
Untuk menghadapi anak pemalu sebaiknya orangtua sering membawanya untuk bersosialisasi. Latih sejak dini dengan memasukkan anak pada lingkungan sosial dimana banyak anak bermain seperti di taman bermain. Awalnya mungkin anak merasa takut, jadi temani sementara waktu.
Setelah beberapa lama biasanya anak bisa ditinggal dan berbaur bersama anak-anak lainnya. Bisa juga anak diajak ke tempat-tempat pertemuan atau ketika orangtua bertemu dengan kenalan di jalan, anak bisa diminta untuk mengenalkan dirinya atau menyapanya. Misal, “Sayang, kenalin nih. Ini tante Diba. Ayo salam. Beri tahu siapa nama Adek.”

5. PENYENDIRI
Sifat penyendiri pada usia balita---selain dikarenakan perkembangan kognitif anak dalam melihat sesuatu masih dari sudut pandangnya sendiri---perkembangan sosialnya pun masih belum berkembang baik. Anak baru mulai sadar akan adanya tuntutan dari lingkungan sosial di usia 3 tahun ke atas. Lantaran itulah, saat bermain, anak tampak soliter (lebih suka bermain sendiri) meski ada teman di sampingnya. Sifat penyendiri akan menghilang setelah usia balita. Apalagi jika anak sudah berelasi dengan teman-temannya. Namun pada beberapa anak memang sifat penyendiri ini bisa menjadi kebiasaan yang terbawa pula sampai nantinya.
Soal dampak, sebenarnya sifat penyendiri tak jadi masalah. Bahkan hingga usia dewasa pun sebetulnya sifat ini terkadang diperlukan. Karena adakalanya manusia perlu sebagian waktu untuk menyendiri dan sebagian waktunya lagi bersosialisasi. Hanya kalau sifat penyendiri si balita sudah keterlaluan, misal, dia lebih memilih menyendiri sampai 24 jam terus-menerus, ya tidak boleh dibiarkan. Sebab anak tetap perlu beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sosial yang ada.

Cara menyiasati
Sama seperti halnya anak yang pemalu, orangtua perlu mengajak anak dalam kegiatan bersama dan bersosialisasi. Mulailah dari lingkungan orang dekat, seperti taman bermain dekat rumah yang banyak dikunjungi anak-anak tetangga, dan acara keluarga agar anak mengenal sepupu dari keluarga ayah dan ibunya. Setiap saat, ajaklah anak berkomunikasi dan jangan lupa sediakan waktu untuk mendengarkan dan menanggapi setiap ujarannya. Semakin ia percaya bahwa kita bersedia menjadi pendengarnya yang sabar, anak akan semakin berani bicara dan lebih bersikap terbuka.

Sifat Anak Menurut Astrologi


 Bayi - Aquarius

http://www.bayisehat.com/baby-names-mainmenu-68/758-astrologi-bayi-aquarius.html

Born on February 10th, 2010
BERSIAPLAH untuk penasaran dengan anak-anak Aquarius. Ia jenius dan spontan namun sensitive dan kaku. Ia adalah tipe pemimpi dan akan berusaha mewujudkan mimpi itu. Ia memiliki banyak teman dan dikenal banyak orang. Ia bisa menjadi teman yang sangat baik dan suka membantu Dunia Aquarius penuh dengan aturan. Semua hal harus terpola dan tertata. Sebagian waktu akan diluangkan untuk mengatur semau hal.
Suatu saat ia akan terlihat tidak focus, itu karena kepintarannya berkutat dengan ide-ide yang ingin ia keluarkan. Ia mungkin terlihat tidak seperti anak normal lainnya. Percayalah, ia memang anak yang luar biasa dengan segudang ide brilian.

Cara Mengukur IQ Bayi


http://www.bayisehat.com/child-development-mainmenu-35/762-cara-mengukur-iq-bayi.html
TES IQ biasanya digunakan untuk mengetes tingkat kecerdasan seseorang dan sudah mulai dilakukan pada anak usia sekolah. Tapi ternyata tes IQ juga bisa dilakukan pada bayi. Bagaimana caranya?
Ada banyak faktor yang dapat menentukan tingginya tingkat kecerdasan atau IQ (Intelligence Quotient) pada anak, antara lain gen, usia ibu saat melahirkan, ASI, mendengarkan musik sejak dalam kandungan dan video pendidikan untuk bayi.
Dengan melakukan tes IQ sejak bayi, orangtua bisa menilai kemampuan kognitif anak sejak dini. Tapi untuk mengukur tingkat kecerdasan yang sebenarnya, orangtua harus menunggu sampai anak mendekati usia sekolah, sekitar 5 tahun.
Dilansir dari Livestrong, Rabu (22/9/2010), berikut beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mengukur IQ bayi:
1. Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC)
Menurut Brainy Child website, Wechsler Intelligence Scale dapat mengukur kecerdasan anak. Tes Wechsler bisa diberikan untuk anak usia 6 bulan ke atas. Tes ini dapat dilakukan tanpa membaca atau menulis.

Pada tes Wechsler, anak diukur kemampuan pemahaman verbal, penalaran perseptual, pengolahan kecepatan dan memori, antara lain dengan mengumpulkan balok, angka atau gambar dalam pola menurut model atau meminta mengulangi kata-kata yang diucapkan oleh penguji.

WISC digunakan tidak hanya sebagai tes kecerdasan, tetapi juga sebagai alat klinis. Banyak praktisi kesehatan menggunakannya untuk mendiagnosis gangguan hiperaktif (ADHD) dan ketidakmampuan belajar pada anak.

2. Tes IQ Fisher-Price
Perusahaan mainan Fisher-Price mengembangkan tes kecerdasan untuk bayi. Dorothy Einon, komisaris Fisher-Price sekaligus profesor psikologi di University of London mengembangkan tes ini untuk bayi berusia 6 bulan sampai 1 tahun.

Pada tes ini, diberikan 10 pertanyaan untuk orangtua, yang dapat membantu menentukan bagaimana perkembangan kecerdasan bayinya dibandingkan dengan kecerdasan bayi rata-rata.

Dalam tes tersebut, orangtua diminta untuk menilai perilaku bayi, seperti bagaimana bayinya bermain dengan boneka beruang, apakah sang bayi dapat memainkan jenis permainan tertentu dan bagaimana bayi menanggapi jika namanya dipanggil.

3. Bayley Scales of Infant Development (BSID)
Bayley Scales of Infant Development (BSID) secara luas digunakan untuk menilai perkembangan balita. Menurut Healthline.com, BSID digunakan untuk anak-anak dari usia 1 bulan sampai 42 bulan untuk mengukur kemampuan kognitif, motorik (halus dan kasar), bahasa (reseptif dan ekspresif) dan pengembangan perilaku balita.

Bagian kognitif dari tes ini menilai kemampuan seperti ketajaman sensori, memori belajar dan pemecahan masalah, serta vokalisasi dan pembentukan konsep-konsep matematika. Tes ini juga membantu mendiagnosa dan mengobati balita dengan cacat pertumbuhan dan keterbelakangan mental.

Tes ini terdiri dari serangkaian tugas dan permainan yang membutuhkan waktu antara 45-60 menit. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tersebut kemudian akan dikonversi dalam skala nilai dan skor komposit. Skor ini digunakan untuk menentukan kinerja anak.

Be Clever, Smart n Wise, Kid !

Jumat, 01 Oktober 2010


TUHAN YESUS BERKATA

JIKA KAU TIDAK PERNAH MERASA SAKIT,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU PENYEMBUH ?
JIKA KAU TAK PERNAH PERGI TANPA KESULITAN,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU PELEPAS ?
JIKA KAU TIDAK PERNAH MENGALAMI PENCOBAAN,
BAGAIMANA KAU DAPAT MEMANGGIL DIRIMU PEMENANG ?
JIKA KAU TIDAKPERNAH MERASA SEDIH,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU PENGHIBUR ?
JIKA KAU TIDAK PERNAH BERBUAT KESALAHAN,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU PENGAMPUN ?
Jika kau tahu segala hal,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanmu ?
Jika kau tidak pernah berada dala kesulitan,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU datang untuk menyelamatkanmu?
Jika kau tidak pernah hancur,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU dapat memulihkanmu ?
Jika kau tidak pernah menghadapi masalah,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU dapat menyelesaikannya?
Jika kau tidak pernah mengalami penderitaan,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA kau dapat melaluinya?
Jika aku tidak pernah mengoreksimu,
BAGAIMANA KAU TAHU BAHWA AKU mengasihimu ?
Jika kau punya semua kemampuan,
BAGAIMANA KAU belajar bergantung padaku ?
Jika hidupmu sempurna,
Lalu untuk apa engkau memerlukan aku ?

7 bulan sudah


Tidak terasa sudah 7 bulan lebih umurmu.